Kenapa Banyak Konsumen Mencari Brand Non Pro-Israel?
Seiring dengan meletusnya konflik antara Israel dan Hamas, banyak aksi boikot yang terjadi di Indonesia terhadap beberapa produk yang diduga mendukung penjajahan di Palestina. Ditambah dengan terbitnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 83 Tahun 2023 yang berisikan Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina pada tanggal (08/11/2023), kini masyarakat Indonesia semakin berhati-hati dalam memilih produk yang akan mereka gunakan.Seiring berjalannya gerakan tersebut, tentu memunculkan hal baru yaitu masyarakat perlu mencari pilihan lain untuk menggantikan produk-produk dari pro zionis Israel dengan produk lain yang sejenis.
Sebagai alternatifnya, terdapat beberapa produk yang bisa Anda gunakan:
Compass: Merek sepatu lokal yang populer di Indonesia.
Geoff Max: Juga merek sepatu lokal yang banyak digunakan, terutama di kalangan musisi.
Pijak Bumi: Sebuah merek sepatu lokal yang fokus pada keberlanjutan.
Selain itu ada beberapa sepatu juga yang cocok menjadi alternatif:
Specs
Ortuseight
910
Aum Apparel
Better Tomorrow
Leela Activewear
Svnday Active
League
Eagle
Astec

Brand sepatu yang mendukung Israel (wajib diketahui)
produk pakaian dan sepatu terafiliasi Israel. Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang sudah diterbitkan menjadi sebuah himbauan bagi para penganut agama tersebut untuk menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel.
Dilansir dari berbagai sumber, terdapat ratusan produk sepatu ataupun pakaian yang menjadi salah satu pendukung Gerakan zionisme Israel.
Beberapa brand international banyak yang diketahui mendukung Israel salah satu nya brand PUMA, perusahaan yang memproduksi sepatu dan perlengkapan olahraga ini telah lama diboikot karena menjadi sponsor internasional tunggal Asosiasi Sepakbola Israel (IFA).
Berikut ini, daftar merek pakaian dan sepatu yang terafiliasi dengan Israel:
- Adidas
- Nike
- Calvin Klein
- Puma
- Channel
- Gucci
- Levis
- H&M
- GAP
- Mark & Spencer
- Monster
- Boss
Fatwa MUI ini ada melalui berbagai pertimbangan, berawal dari adanya tindakan agresi Israel atas Palestina, dimana banyak pihak yang memberikan dukungan secara langsung dan tidak langsung kepada Israel, seperti bantuan persenjataan dan personel kepada Israel, bantuan finansial perusahaan yang berafiliasi pada Israel, dan membeli produk yang secara nyata mendukung agresi Israel dan Zionis.
Daftar Brand Sepatu Yang Tidak Terkait Pro Israel
Aksi boikot terhadap produk-produk yang mendukung Israel sebagai bentuk solidaritas kepada Palestina masih berlangsung hingga saat ini, meski gencatan senjata sedang berlangsung.
Ada banyak produk yang menjadi sasaran boikot masyarakat Indonesia, salah satunya adalah produk sepatu.
Padahal sepatu merupakan bagian dari pakaian yang termasuk ke dalam salah satu kebutuhan primer yang dipakai setiap hari oleh sebagian orang.
Namun tak perlu khawatir, ada banyak brand sepatu yang masih bisa digunakan sebagai alternatif, khususnya brand-brand lokal.
Memakai sepatu buatan lokal bukan hanya merupakan bentuk dukungan kepada Palestina, melainkan juga kepada produk dalam negeri seperti yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi.
Kualitas produk-produk lokal pun tak kalah jika dibandingkan dengan produk impor, bahkan harganya pun kemungkinan jauh lebih terjangkau.
Berikut pilihan sepatu asli Indonesia yang dapat menjadi alternatif produk yang diboikot:
- Aerostreet
Brand lokal asal Surakarta ini tentu sudah tidak asing lagi di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Dalam sehari, Aerostreet dapat memproduksi sekitar sembilan hingga sepuluh ribu pasang sepatu.
Baca Juga: 6 Daftar alternatif sabun mandi diduga pro Palestina yang tak kalah bagus dari Unilever
Dengan kisaran harga di bawah Rp200 ribu, kamu bisa mendapatkan sepatu yang nyaman dipakai untuk berbagai kondisi, mulai dari pemakaian kasual, sekolah, hingga ada beberapa sepatu yang juga cocok untuk berolahraga.
Lebih menariknya lagi, Aerostreet sering melakukan kolaborasi dengan banyak brand dari bidang lain dalam membuat desain sepatunya.
- Kodachi, Warrior, Dragonfly
Kodachi, Warrior, dan Dragonfly merupakan 3 brand yang termasuk dalam satu perusahaan.
Sebenarnya, brand Kodachi sendiri berasal dari Jepang dan telah berdiri sejak 1980-an. Akan tetapi, lantaran pemasarannya tak berjalan mulus, Kodachi akhirnya diambil alih oleh Indonesia sejak tahun 2000-an.
Sejak itu hingga saat ini, Indonesia telah mengambil alih brand Kodachi mulai dari proses produksi hingga pemasarannya.
- Ventela
Sama seperti 2 sepatu sebelumnya, nama Ventela juga sudah sangat populer di masyarakat.
Ventela merupakan sepatu dengan desain yang bagus dan cocok untuk dipadukan dengan banyak jenis pakaian.
Sepatu ini cocok bagi kamu yang sangat memperhatikan fesyen dan OOTD.
- Thunderbear
Brand sepatu ini lebih berfokus untuk memproduksi sepatu dengan jenis slip-on.
Dengan harga terjangkau dan kualitas yang bisa diadu dengan merk lain, Thunderbear sangat cocok untuk dijadikan pilihan.
Brand International Yang Netral Atau Etis
Konflik antara Israel dan Palestina yang kembali memanas sejak Oktober 2023 telah memicu gelombang protes dan solidaritas dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Salah satu bentuk protes yang dilakukan oleh masyarakat adalah dengan memboikot produk-produk yang berasal dari Israel atau yang diduga mendukung kebijakan Israel terhadap Palestina.
Fatwa ini sejalan dengan gerakan global Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) yang berupaya menggunakan boikot ekonomi dan budaya terhadap Israel, divestasi keuangan dari negara, dan sanksi pemerintah untuk menekan pemerintah Israel agar menghormati hak-hak rakyat Palestina.
Salah satu sektor yang menjadi sasaran boikot adalah industri fashion, pakaian, dan sepatu yang memiliki banyak brand ternama yang beroperasi di Indonesia.
Kesimpulan
Seiring dengan meletusnya konflik antara Israel dan Hamas, banyak aksi boikot yang terjadi di Indonesia terhadap beberapa produk yang diduga mendukung penjajahan di Palestina. Ditambah dengan terbitnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 83 Tahun 2023 yang berisikan Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina pada tanggal (08/11/2023), kini masyarakat Indonesia semakin berhati-hati dalam memilih produk yang akan mereka gunakan.Seiring berjalannya gerakan tersebut, tentu memunculkan hal baru yaitu masyarakat perlu mencari pilihan lain untuk menggantikan produk-produk dari pro zionis Israel dengan produk lain yang sejenis.
